Penandatanganan PKS UT Surakarta dengan SLB Mulatsarira Baturetno
Wonogiri, 24 Februari 2026 – Universitas Terbuka Surakarta secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan SLB Mulatsarira Baturetno tentang Kesetaraan Siswa Disabilitas dalam Dunia Pendidikan Perguruan Tinggi. Kegiatan penandatanganan dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di SLB Mulatsarira Baturetno, Kabupaten Wonogiri.
Acara ini dihadiri oleh Direktur UT Surakarta, Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian UT Surakarta, serta Kepala SLB Mulatsarira Baturetno beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan.
Kerja sama ini merupakan wujud komitmen bersama dalam membuka akses pendidikan tinggi yang setara dan inklusif bagi siswa disabilitas. Melalui perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk mendorong peningkatan partisipasi lulusan SLB dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang fleksibel.
Direktur UT Surakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan tinggi adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. UT Surakarta sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh memiliki komitmen kuat untuk memberikan layanan pendidikan yang aksesibel, adaptif, dan ramah disabilitas.
Sementara itu, Kepala SLB Mulatsarira Baturetno menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperluas kesempatan siswa disabilitas untuk meraih pendidikan tinggi. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan motivasi serta gambaran nyata kepada para siswa bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita akademik.
Ruang lingkup kerja sama meliputi sosialisasi akses pendidikan tinggi bagi siswa disabilitas, pendampingan informasi pendaftaran, penguatan literasi pembelajaran jarak jauh, serta kolaborasi kegiatan edukatif lainnya yang mendukung transisi siswa SLB ke perguruan tinggi.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, diharapkan semakin banyak siswa disabilitas yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan berkontribusi secara aktif dalam pembangunan masyarakat yang inklusif.