Komunitas Gamer dan Pelajar Bersatu di Piala MLBB UT Surakarta
Universitas Terbuka Surakarta sukses menggelar Kegiatan Lomba Piala MLBB UT Surakarta 2026 di Ruang Seminar Solo Technopark dan Game Working Space, Sabtu-Minggu (6-7/6/2026). Turnamen esports tersebut berlangsung meriah dengan diikuti puluhan tim serta ratusan peserta dan penonton dari berbagai daerah di Soloraya.
Kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) itu menjadi ajang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan di bidang esports sekaligus memperkuat jejaring komunitas gim kompetitif di wilayah Solo dan sekitarnya. Direktur UT Surakarta, Agus Joko Purwanto, mengatakan perkembangan dunia digital harus direspons dengan menghadirkan ruang positif bagi anak muda, termasuk melalui esports. “Dunia sekarang berkembang sangat cepat. Anak-anak muda punya banyak potensi dan kreativitas yang harus difasilitasi dengan kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
Menurut Agus, UT Surakarta ingin menunjukkan bahwa kampus tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga membuka ruang pengembangan minat dan bakat mahasiswa maupun masyarakat umum. “Kami ingin lebih dekat dengan generasi muda. Pendidikan sekarang harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi,” katanya. Ia menuturkan UT Surakarta selama ini mengusung konsep pembelajaran terbuka dan fleksibel sehingga masyarakat dapat mengakses pendidikan dengan lebih mudah. “Kuliah sekarang bisa dilakukan dengan lebih fleksibel. Jadi masyarakat tetap bisa belajar dan berkembang sesuai kebutuhan mereka,” ujar Agus.
Sementara itu, Pemimpin BLUD Solo Technopark, Yudit Cahyantoro, menilai perkembangan esports, khususnya Mobile Legends, terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, MLBB menjadi salah satu gim mobile yang memiliki basis pemain sangat besar, terutama di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. “Mobile Legends ini memang menjadi pilihan yang cukup berkembang sejak beberapa tahun terakhir. Pemainnya sangat banyak, terutama di Asia Tenggara dan Indonesia,” ujarnya. Yudit mengatakan perkembangan esports juga mulai mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia gim yang sebelumnya kerap dianggap sekadar hiburan atau aktivitas nonformal.
“Kalau dulu dunia game sering dianggap sebelah mata, sekarang mulai berubah. Bahkan sudah muncul banyak kompetisi dan event besar yang memperlihatkan bahwa esports punya potensi ekonomi dan industri yang besar,” katanya. Menurut dia, Solo Technopark mendukung berbagai kegiatan kreatif berbasis teknologi digital, termasuk esports, karena dinilai mampu menjadi ruang pengembangan kreativitas generasi muda.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi kompetisi, tetapi juga memunculkan kreativitas anak-anak muda, termasuk dalam pengembangan industri gim lokal,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Solo, Respati Ardi, melalui sambutan tertulis yang diwakilkan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Purwanti, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen esports oleh UT Surakarta. “E-sport saat ini bukan sekadar permainan, tetapi telah menjadi industri yang mampu menciptakan prestasi, peluang karier, serta ekosistem ekonomi baru bagi generasi muda,” demikian bunyi sambutan tersebut. Ia menilai turnamen MLBB UT Surakarta 2026 menjadi kegiatan positif karena tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga melatih kemampuan strategis dan kerja sama tim para peserta. “Kegiatan ini menjadi sarana pengembangan bakat, kemampuan berpikir strategis, kerja sama tim, komunikasi, disiplin, serta sportivitas di kalangan generasi muda,” tulisnya. Respati juga mengapresiasi UT Surakarta yang dinilai mampu menghadirkan ruang kompetisi sehat bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di tengah perkembangan dunia digital. “Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan ruang bagi talenta-talenta muda untuk berkembang secara positif,” lanjutnya. Respati berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan turnamen tersebut sebagai sarana belajar dan membangun relasi pertemanan, bukan sekadar mengejar kemenangan. “Menang ataupun kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang lebih penting adalah menjaga integritas, sportivitas, menghormati lawan, serta menunjukkan karakter yang baik selama kompetisi berlangsung,” tulisnya. Selain itu dalam sambutannya, Respati, Pemerintah Kota Solo akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu mendorong kreativitas dan pengembangan potensi generasi muda di bidang digital. “Pemerintah Kota Solo senantiasa mendukung berbagai kegiatan positif yang mendukung kreativitas dan pengembangan potensi generasi muda,” demikian sambutan tersebut. Selain pertandingan utama, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antar komunitas esports di Soloraya.