wrapper

Breaking News

Has no content to show!
Berita

Berita

Mencoba Hal Baru
Adalah Cara Menjalani Dan Menikmati Hidup
 
Alfin Dwi Novemyanto
 
Masa depan memberikan penghargaan bagi mereka yang terus maju dan berkembang. “Saya tidak punya waktu untuk mengasihi diri sendiri, saya tidak punya waktu untuk mengeluh, saya akan teruskan, maju, maju, dan maju.” Layaknya roda kehidupan yang terus berputasr, terkadang sering merasa masalah yang dihadapi berat dan membuat berpikir bahwa masalah tersebut tidak akan berlalu. Namun percayalah semua hal yang ada di dunia ini tidak akan permanen dan suatu saat akan berlalu dan berubah termasuk masalah kita tergantung usaha dan niat kita untuk berubah. Pendidikan adalah bekal terbaik untuk perjalanan hidup. Dari sini menjadi alasan kenapa saya ingin melanjutkan pendidikan saya. Karena dengan ilmu tersebut dapat menjadi penerang disaat saya berada di kegelapan (kebodohan).
Perkenalkan Saya Alfin Dwi Novemyanto Mahasiswa Bidikmisi program studi Ilmu Hukum di Universitas Terbuka yang akan berinjak tingkat 3 di semester depan. Saya alumni dari  SMA Negeri Gondangrejo tahun 2017. Melalui tulisan ini saya akan menceritakan pengalaman, kisah, dan bagaimana perjuangan yang saya jalani bersama Bidikmisi. Saya berlatar belakang dari keluarga yang sederhana dan  broken home sejak lulus Sekolah Dasar. Dengan adanya broken home tersebut, saya bersama kakak dan adik perempuan memutuskan untuk ikut dengan Ibu bertempat tinggal di cost. Perjuangan saya bersama bidikmisi berawal dari . . .
Setelah lulus SMA saya dihadapkan dengan suatu tantangan, yaitu kuliah atau bekerja. Jika kuliah, saya mempertimbangkan banyak hal karena berasal dari keluarga sederhana dengan kendaraan terbatas, dan hanya kakak dan ibu saja yang bekerja. Ketika saya berkata hendak kuliah pada Ibu beliau menyetujuinya, mungkin agar saya terlihat bahagia seperti teman-teman. Lain halnya dengan kakak, beliau kurang setuju karena faktor ekonomi. Akibat dari gengsi dengan teman-teman, ketika SMA saya pun mencoba mengikuti SNMPTN dan SBMPTN tanpa mempertimbangkan segala hal. Alhasil ketika pengumuman, ternyata . . . . GAGAL SEMUA. Saya teringat sebuah nasehat “Ridho Allah juga ridho orang tua”, mungkin pilihan saya untuk kuliah belum diridhoi.
Dengan adanya kegagalan tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk bekerja. Mencari perkerjaan tidaklah semudah yang dibayangkan, dan saya harus menganggur beberapa bulan. Saya melamar kesana kemari namun tetap  berakhir pada penolakan karena belum mempunyai pengalaman serta umur yang masih muda, yaitu 17 tahun. Hingga pada akhirnya saya pun diterima bekerja di sebuah Pabrik Tekstil yang bertempat di Sukoharjo dan berjarak cukup jauh dari cost keluarga sehingga memaksa saya untuk cost juga agar lebih menjangkau tempat kerja tersebut. Hanya sekitar 3 bulan saja saya bekerja di sana. Ketika usia telah genap 18 tahun, saya pun mencoba melamar pekerjaan di sekitar cost keluarga dan diterima. Pekerjaan yang saya jalani juga sama, di Pabrik Tekstil.
Penerimaan mahasiswa baru tahun 2018 pun dibuka. Ketika masih bekerja, salah satu guru SMA menghubungi dan meminta saya untuk berkunjung ke SMA. Saya pun menyetujui ajakan beliau. Di hari kunjungan, beliau pun bertanya mengenai keadaan saya dan beliau kaget serta heran mengapa saya tidak kuliah. Karena ketika SMA bisa dikatakan bahwa saya merupakan siswa berprestasi yang pernah menjuarai beberapa lomba dan selalu mendapatkan peringkat 3 besar dari kelas X-XII.  Setelah itu, beliau pun merekomendasikan saya untuk mendaftar di Universitas Terbuka cabang Surakarta melalui jalur beasiswa Bidikmisi. Untuk program studi di UT Surakarta jalur beasiswa Bidikmisi telah ditentukan, yaitu Ilmu Hukum dengan kuota terbatas sehingga harus bersaing dengan teman-teman dari sekolah lain yang juga direkomendasikan oleh sekolahnya. Saya sempat ragu untuk mendaftar karena bukan pashion saya. Namun pada akhirnya saya pun mencoba untuk mendaftar, dalam batin saya berkata “barang kali ini rejeki saya”.  
Tahap demi tahap telah dilalui hingga tiba pada tahap terakhir yaitu menunggu pengumuman. Ketika saya mendaftar kuliah, keadaan saya masih bekerja. Hari pengumuman pun tiba, dan hasilnya ATAS NAMA ALFIN DWI NOVEMYANTO DITERIMA SEBAGAI MAHASISWA BIDIKMISI DI UNIVERSITAS TERBUKA SURAKARTA PROGRAM STUDI ILMU HUKUM. Dengan diterimanya tersebut saya pun bimbang apakah harus kuliah atau bekerja. Kemudian saya berkonsultasi pada Ibu dan kakak dengan menjelaskan bahwa Bidikmisi adalah program beasiswa yang memberikan uang saku setiap bulan/semesternya dan kuliah tanpa biaya atau gratis. Atas pertimbangan tersebut, kakak dan Ibu mengizinkan saya untuk melanjutkan kuliah dan harus resign dari tempat kerja. Kehidupan adalah kita yang menentukan sendiri. Tidak ada satupun orang yang akan memaksamu. Dan tidak bisa menyalahkan orang lain jika kita terjerumus dan gagal di masa depan. Karena itulah pilihan kita sejak awal. Dengan pilihan saya untuk kuliah, hidup ini semakin tertantang.
Semester satu pun dimulai, di sini saya merasa hambar jika kuliah hanya berpatokan pada nilai akademik saja. Padahal masa depan saat ini semakin menantang dan  banyak hal yang tidak bisa diselesaikan dengan hanya mengandalkan nilai akademik saja. Sejak SMA saya sering mengikuti lomba sehingga akan hambar rasanya bak sayur tanpa garam bila tidak mengikuti lomba di tingkat pendidikan saat ini. Karena dengan kompetisi membuat hidupku terasa lebih berwarna dan sempurna dan merupakan motivasi yang kasar namun efektif. Akhirnya saya pun mencoba lomba demi lomba, namun hasilnya gagal. Ketika diri ini nyaris menyerah dan tidak ingin mengikuti lomba lagi, saya pun teringat ibu. Prinsip hidup saya adalah rintihan dan keringat yang bercucuran dari ibu adalah semangat hidupku. Beliau saja tidak pernah menyerah dan selalu berjuang untuk masa depan dan kelangsungan hidup anaknya, jadi tidak elok rasanya bila saya menyerah sekarang. Saya pun mencoba lagi untuk mengikuti lomba-lomba. Karena keberhasilan ini bukan dinilai dari apa yang kita capai, tapi keberhasilan itu ternilai jika kita bisa bangkit dari kegagalan. Dari kegagalan tersebut banyak pengalaman dan pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai media perbaikan dari karya-karya yang telah dibuat. Ketika saya membuka Instagram, di sana saya menemukan mahasiswa-mahasiswa berprestasi. Bahkan beranda IG mereka berisikan foto lomba beserta piala baik dalam negeri maupun ke luar negeri sehingga membuat hati dan jiwa ini meronta-ronta untuk mengikuti jejak mereka. Dengan adanya inspirasi, motivasi, dan cerita pengalaman dari mereka, saya pun mencoba mengikuti lomba-lomba di luar kota yang menjadi amunisi semangat saya untuk menikmati indahnya alam Indonesia serta berkenalan dengan orang-orang hebat baru yang dari pengalaman mereka nantinya dapat menjadi pacuan untuk terus maju dan berkembang. Hingga pada akhirnya dengan seizin Allah, saya berhasil mendapatkan gelar pemenang. Kadang hati ini minder jika harus bersaing dengan perguruan tinggi dari instansi lain. Dari situlah saya sadar, bukan dimana kita sekolah atau kuliah, tapi dimana kita bisa mencari hikmah dan berkah, bukan karena gengsi atau mencari sensasi, tapi galilah potensi untuk meningkatkan prestasi. Lomba yang sering saya ikuti baik menang atau kalah adalah lomba poster, esai, infografik, fotografi, puisi, dan apapun itu jika saya bisa saya akan mencobanya. Dengan jenis lomba yang beragam baik offline maupun  online.
Berinjak semester dua, saya mengalami fase bosan dan merasa perkuliahan ini tidak hidup. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti organisasi, harapannya dengan mengkuti organisasi saya dapat menyalurkan minat dan bakat saya serta menambah relasi dan pengalaman guna menghadapi masa depan yang semakin menantang ini. Bagi seorang anak muda, organisasi adalah senjata utama dalam melatih kemampuan kepemimpinan dan sekolah bagi para calon pemimpin. Seiring berjalannya waktu, saya pun ikut andil dalam keberjalanan organisasi tanpa melepaskan tekad saya untuk terus mengikuti lomba. Hingga pada suatu hari, saya dikejutkan oleh pesan WhatsApp dari Kepala atau Direktur UT Surakarta. Beliau mengirim koran yang berisikan berita tentang saya. Bangga, terharu, bahagia tak karuan ketika saya melihat koran tersebut. Bahkan terdapat seorang jurnalis yang menghubungi saya guna membuat berita yang nantinya diupload atau dipost di laman-laman website. Ketika saya mengeceknya dilaman google ternyata benar saja berita tersebut telah dipost. Kabar itu pun menyebar hingga sampailah pada guru SMA saya yang pernah merekomendasikan untuk melajutkan pendidikan di UT. Beliau pun mengirim gambar koran yang berisi berita mengenai diri saya dengan seuntai pesan “Saya Bangga dengan kamu Fin, tingkatkan dan lanjutkan!!”. Dengan adanya pernyataan tersebut, hati ini semakin tidak karuan, terharu, bangga, bahagia dan tidak henti-hentinya mengucapkan rasa terima kasih kepada beliau. Bahkan di laman Facebook pun  terdapat pula guru yang memposting koran tersebut. Dari rentetan kejadian tersebut saya bingung dan mulai berpikir “mengapa saya bisa seperti ini?”.
Akhir semester dua saya direkomendasikan untuk mengikuti lomba Disporseni UT Nasional dengan cabang lomba Inovasi teknologi informasi di UT pusat yang terletak di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Hasil yang saya raih ketika mengikuti lomba tersebut adalah gagal. Oke, saya gagal. Namun kegagalan itu tidak menjadikan saya terpuruk atau menyerah, karena dengan kegagalan tersebut saya semakin tertantang untuk terus bangkit, bangkit, dan bangkit. Sekembalinya dari UT Pusat, selang beberapa hari kemudian saya diajak untuk syuting di acara TVRI oleh Direktur UPBJJ UT Surakarta sebagai mahasiswa prestasi dan ketua Himpunan Mahasiswa Univeristas Terbuka Surakarta (HIMASUTA) ditemani salah satu Duta dari UKM yang terdapat di UT Surakarta. Rasa bangga, takut, terharu pun tidak terbendung. Hingga diri ini tidak percaya bahwa saya yang hanya seorang anak biasa dari keluarga sederhana yang terinspirasi oleh semangat Ibu tanpa henti dapat melakukan hal-hal dan mencapai target luar biasa seperti ini. Berawal dari dorongan semangat Ibu saya, dari kisah beliau yang pernah ditampar oleh ucapan orang-orang mengenai bisa tidaknya menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi. Hingga pada akhirnya dari tangisan beliau, rintihan beliau itulah menjadi titik cerah  semangat saya untuk selalu bangkit dan menjalani hidup ini dengan tiada kata menyerah. Dengan tayangnya saya di TV tersebut semoga bisa menginspirasi dan menyadarkan kepada masyarakat terutama kawula muda bahwa orang yang tidak mampu, berkecukupan pun dapat melanjutkan sekolah atau pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi dengan berbekal usaha, niat dan tekad pada diri seseorang.
Hari demi hari, minggu berganti minggu hingga tibalah liburan semester. Liburan semester kali ini saya gunakan untuk berorganisasi. Meskipun demikian, saya tetap menyempatkan untuk mengikuti berbagai lomba. Karena dalam diri ini telah terpatri prinsip bahwa setiap bulannya saya harus bisa memenuhi target untuk mengikuti lomba sekaligus memenangkannya. Hadiah atau reward dari lomba tersebut nantinya dapat saya jadikan sebagai uang tambahan dan sejak itulah saya berinisiatif bahwa lomba dapat dijadikan sebagai mata pencaharian. Besar kecilnya hadiah tidak menjadi masalah untuk saya, yang terpenting adalah jangan sampai saya meminta uang kepada Ibu saya. Ya walaupun kadang keberuntungan tidak berpihak, namun semua itu tak akan dengan mudah membuatku menyerah. Mau Libur semester atau pun kuliah, saya tetap mencoba untuk mengikuti lomba-lomba. Walaupun saya berambisius pada kompetisi, nilai akademik, organisasi pun tidak lantas saya lupakan dan semua itu harus seimbang. Alhamdulillah, dengan seizin Allah nilai akademik saya masih tergolong aman. Semester tiga pun berjalan, hingga suatu hari saya berambisius dan menginginkan lomba di luar kota. Dari lomba tersebut, saya dapat menghayati kuasa Tuhan dengan melihatnya dari keindahan bentang alam Indonesia serta dapat menyegarkan otak dan berkesempatan untuk bertemu orang-orang baru yang hebat. Ketika saya mencari kompetisi melalui Instagram, ternyata terdapat sebuah kompetisi bernama PAMi Bali Scientific Competition di Bali. Dengan niat, tekat, usaha, serta doa akhirnya tim kami berkesempatan masuk 10 besar Finalis. Dengan perolehan tersebut, saya dan partner tim saya mengajukan proposal pengajuan biaya dan alhamdulillah di ACC. Ketika telah berada di Bali dan melakukan kompetisi ternyata hasilnya gagal. Baik, gagal lagi dan menjadi  pembelajaran baru lagi. Sekembalinya saya dari Bali, H+2 saya diminta untuk menjadi pembicara Talkshow di sekolah yang telah membekali saya dengan ilmu yang luar biasa, SMA Negeri Gondangrejo. Saya diundang guna menginspirasi dan memotivasi adik-adik kelas XII SMA. Saya terpilih sebagai pembicara berdasar hasil voting alumni yang telah lulus dari SMA. Dalam diri ini muncul kebanggaan tersendiri, memiliki kesempatan yang hebat dan kembali ke SMA tapi dengan tujuan yang berbeda, yaitu untuk menghebatkan. Karena terlalu egois jika kita berdiri sendiri, engkau mempunyai dua kaki yang dapat menegakkan ribuan kaki di sekelilingmu
Selepas menjadi pembicara di SMA,  saya mempunyai target bahwa bulan depan saya harus ke luar kota dengan tujuan mengikuti kompetisi. Karena dengan target orang akan sukses karena mereka akan tahu kemana mereka akan pergi. Dan jika tanpa target dan rencana meraihnya, seperti kapal yang berlayar tanpa arah tujuan. Kemudian saya mencoba lomba inovasi kewarganegaraan tingkat nasional di Universitas Nusantara PGRI Kediri, akhirnya saya lolos menjadi finalis dan harus melakukan presentasi di sana. Seusai presentasi, walaupun hasilnya kurang maksimal alhamdulillah saya beserta tim memperoleh juara harapan 2. Berbekal target ingin jalan-jalan namun disisi lain juga bisa menjadi seorang juara. Setelah pulang dari kediri, pandemi covid-19 semakin parah dan menuntut untuk melakukan segala aktivitas di rumah. Walaupun harus di rumah, tapi jiwa untuk mengikuti kompetisi dan berkarya tidaklah berhenti. Akhirnya saya mencari info-info di media sosial dan mencoba untuk mengikuti dan berpartisipasi dalam event nya. Ya alhamdulillah ada beberapa kompetisi yang menang meskipun ada juga yang kalah. Dengan adanya pandemi corona seperti ini saya berpesan agar  jangan berhenti berkarya dan tetap memproduktifkan diri untuk mengembangkan potensi.
 
Biodata Penulis
Nama                                       : Alfin Dwi Novemyanto
Tempat, tanggal lahir              : Sragen, 23 November 1999
Email                                       : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Instagram                                : @alfindnoyan23

UT Surakarta akan melaksanakan kegiatan penjalinan dan pemantapan kerja sama di Ballroom Sunan Hotel pada hari Senin, 18 Oktober 2019. Adapun kegiatan akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 Pagi Hingga 13.00 siang. Dalam kegiatan tersebut, selain pemantapan tentang Kerja sama kepada para undangan juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan para mitra.

UT merupakan Perguruan tinggi negeri yang telah berdiri selama 35 tahun. Konsep UT sebagai kampus jarak jauh memiliki keunikan yang berbeda dengan kampus negeri yang lain. Salah satu keunikan UT adalah daya jangkau yang luas dalam melayani mahasiswa. Dan memberikan akses pendidikan kepada mahasiswa sampai daerah pelosok. Oleh karena itu, UT harus menjalin kerja sama dengan para stakeholder untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar mahasiswa di daerah masing-masing.

PKS1

Jalinan kerjasama dengan berbagai mitra yang tertuang dalam acara ini terdiri dari penandatangan nota kesepahaman dengan 6 Dinas Pendidikan dan kebudayaan dalam bidang Pengajaran mahasiswa, pengabdian masyarakat atapun penelitian dan peningkatan sumber daya manusia.

1 Perjanjian Kerja Sama dengan Fakultas Hukum UNS dalam bidang Praktik praktikum. 1 nota kesepahaman dengan Kemenang dalam bidang : peningkatan kualifikasi pendidikan masyarakat, bekerjasama dengan Ikatan Guru Roudhatul Atfal (IGRA) Sukoharjo. Nota kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Stikes Nasional dalam bidang Program Mata Kuliah Mandiri (PMKM), Nota Kesepahaman dengan Unwidha Klaten dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi, dan Nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam bidang Peningkatan kualitas SDM, Tenaga ahli, Kegiatan ilmiah, Kuliah kerja nyata dan Praktik kerja lapangan.

PKS2

Secara umum nota kesepahaman yang ditanda tangani berisikan kerja sama dalam bidang Tri dharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Khusus untuk STIKES Nasional, penjalinan kerja sama yang dilakukan adalah Program Mata Kuliah Mandiri (PMKM). PMKM merupakan program kerja sama yang mana UT sebagai pelopor e-learning di Indonesia mewadahi STIKES Nasional untuk melaksanakan sistem pembelajaran blended learning yakni perpaduan kegiatan belajar melalui tatap muka dan secara online. Dalam kerja sama PMKM tersebut UT mewadahi pembelajaran dalam bentuk online (e-learning) yang selama ini memang menjadi ciri khas UT.

PKS3

Mahasiswa UT Surakarta kembali menoreh prestasi di kancah nasional, kali ini dari bidang seni paduan suara mahasiswa (PSM) yang di gawangi oleh Maulana, mahasiswa akutansi UT Surakarta. Paduan Suara UT Surakarta berhasil masuk 10 besar sebagai finalis PSM yang akan bertarung memperoleh juara 1, 2, dan 3 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) pada tanggal 29-30 November mendatang.

Sepuluh besar finalis yang akan bertanding dalam final nanti akan di ikuti oleh paduan suara perwakilan dari Universitas Pamulang, Universitas Langlangbuana, Universitas Islam Negeri Sultan maulana Hasanudin Banten, Stikes Wira Husada Yogyakarta, UPBJJ UT Jakarta, UPBJJ UT Surakarta, UPBJJ UT Yogyakarta, UPBJJ UT Palembang. UPBJJ UT Bengkulu, terakhir UPBJJ UT Semarang.

Paduan Suara

Dalam babak final nanti, PSM Mahasiswa UT Surakarta akan membawakan Lagu wajib Hymne UT dan lagu daerah Jaranan yang telah diaransemen ulang. Ketua PSM UT Surakarta, Maulana mengaku sangat bersyukur timnya bisa masuk dalam 10 besar finalis yang akan bertanding di UT Pusat. “Dari awal kami latihan kami tetapkan tujuan, kita harus solid dan semangat agar bisa tampil di UTCC,” Katanya (6/7)

Maulana melanjutkan, Harapannya tim PSM UT Surakarta bisa meraih juara saat penyisihan final nanti. “Kami akan giat latihan dan terus semangat agar bisa menampilkan yang terbaik dan membawa pulang hasil yang baik bagi UT Surakarta,” tutur mahasiswa penerima beasiswa Corporate Social Responsibility (CSR) ini.

Lebih lanjut, direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, mengapresiasi atas diraihnya prestasi ini. Ia bertekad untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa UT selalu di genjot dan di optimalkan sebaik mungkin untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi. “Semua orang bisa berprestasi dan memiliki potensi, tinggal tekad dan kerja sama dari mahasiswa itu sendiri untuk maju bersama dan memaksimalkan potensi yang ada,” Jelasnya (6/7) mengakhiri wawancara.

Untuk menjamin kualitas pembelajaran, UT Surakarta melakukan monitoring perkuliahan tatap muka di sembilan kabupaten dan kota wilayah UT Surakarta. Monitoring ini dilakukan secara berkala pada setiap pertemuan. Tujuan dari monitoring ini adalah untuk memastikan bahwa layanan bantuan belajar yang diberikan kepada mahasiswa berjalan dengan baik sesuai standar yang telah di tetapkan.

Dalam rapat pelaksanaan monitoring (8/10) Manajer BBLBA UT Surakarta, Betty Cahyaning Astuti, menyampaikan pelaksanaan monitoring merupakan upaya yang berkelanjutan agar mahasiswa mendapatkan pelayanan yang maksimal selama berkuliah di UT. Betty melanjutkan bahwa dalam monitoring juga dilaksanakan evaluasi secara bertahap, “sehingga jika ada kendala di lapangan ketika perkuliahan tatap muka berlangsung dapat ditangani dengan cepat,” jelasnya.

Monitoring2

Terpisah, Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati menyampaikan, meskipun dirinya tidak terjadwal sebagai petugas monitoring, namun tetap melakukan monitoring ke beberapa daerah. “Biasanya saya memilih lokasi tutorial yang membutuhkan perhatian khusus, misal yang ada mahasiswa beasiswa, yang semester lalu kurang maksimal atau persoalan lainnya,” terang Yulia (8/10).

Dalam monitoring tersebut, ia menyampaikan meskipun masih ada beberapa kendala secara teknis di lapangan, namun secara umum pelaksanaan perkuliahan tatap muka sudah terlaksana dengan baik. Sarana prasarana sudah sesuai standar fasilitas yang ditentukan UT, dan para tutor juga memiliki antusiasme yang bagus. Yulia menambahkan, “Agar UT tetap bisa melakukan kontrol terhadap mutu perkuliahan, monitoring akan dilaksanakan setiap minggu hingga pertemuan terakhir sekitar tanggal 17 november 2019,” tuturnya mengakhiri perbincangan.

Era milenial yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat memberikan perubahan yang berujung kepada kemudahan-kemudahan untuk melakukan banyak hal. Universitas Terbuka (UT) Surakarta, sebagai lembaga pendidikan tinggi juga telah didesain untuk memanfaatkan teknologi tersebut agar lebih memudahkan mahasiswanya. 

Dengan teknologi itu, universitas dimudahkan dalam melakukan interaksi dengan mahasiswa. Sebagai gambaran,  dulu UT masih menggunakan cara surat menyurat dalam berinteraksi, tetapi sekarang sudah ada learning management system. UT juga kian mendekatkan diri melalui media sosial (medsos), media yang kini hampir dimiliki semua orang.

Semnas2

Guru besar UT, Prof. Tian Belawati mengatakan, dari segi substansi, bahan ajar juga sudah dikembangkan yang lebih interaktif. Dulu, modul berupa cetakan yang dikirim melalui pos. Sedangkan sekarang sudah berubah menjadi digital. Selain itu, modul yang awalnya berformat PDF, sekarang dikembangkan dalam bentuk digital interaktif, sehingga mahasiswa bisa membuat bikin coretan dan catatan di dalamnya. Bahkan dengan teknologi digital, ada software yang menyediakan kanal pencarian jika mahasiswa merasa kurang jelas terhadap yang sedang mereka baca, Dalam rangka pengembangan teknologi ini, UT berupaya terus mengikuti,” Kamis (26/9).

Sementara itu, UT juga dirancang sebagai sistem pembelajaran yang fleksibel. Artinya, masyarakat yang berkuliah di kampus ini masih bisa tetap melakukan aktivitas mereka tanpa terganggu dengan jam kuliah. 

Dari segi biaya, kuliah di UT juga ekonomis karena mahasiswa tidak perlu me-realokasi diri. Artinya tidak perlu mengeluarkan ongkos transport, tidak perlu bayar kos, dan sebagainya. 

Selain itu, waktunya juga sangat efisien karena dengan teknologi, mahasiswa bisa melatih diri memanfaatkannya. Secara personal, ini akan membawa keuntungan lain. 

Sementara itu, Direktur UT Surakarta, Dra. Yulia Budiwati, M.Si mengatakan, lulusan UT sudah dibekali dengan beragam kompetensi. Yang pertama adalah bidang ilmu, dimana para lulusan mendapatkan kompetensi sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Kedua, kompetensi penggunaan teknologi, karena hampir seluruh pembelajaran di UT menggunakan teknologi. “Yang ketiga adalah kompetensi kemandirian. Artinya mahasiswa sudah terdidik belajar mandiri, inisiatif untuk kuliah juga datang dari diri sendiri sehingga mereka juga memiliki cara untuk menyelesaikannya,” kata Yulia.

Model atau gaya belajar di UT Surakarta tidak ada resep baku, karena heterogenitas latar belakang mahasiswa sangat tinggi. 

“Dengan kompetensi-kompetansi tersebut, bisa dibilang mahasiswa kampus biasa hanya mendapatkan apel, maka mahasiswa UT Surakarta mendapatkan apel dan jeruk. Artinya, pembelajaran yang lazim didapat mahasiswa lain adalah tatap muka, kami punya tatap muka dan media. Penggunaan media ini memang seiring dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.  

Sementara itu, UT Surakarta yang beralamat di Jalan Raya Solo-Tawangmangu, Dusun Kebakan, Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah ini sekarang memiliki 42 program studi (Prodi), pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, ilmu Sosial dan ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP).

DI UT, Lama studi tidak dibatasi, berapa lama mahasiswa ingin menyelesaikan studinya, diserahkan kepada mahasiswa sesuai kebutuhannya. Namun, untuk S1 di desain selama 8 semester. Pendaftaran UT bisa dilakukan sepanjang tahun, namun tetap terbagi dalam dua semester (ganjil dan genap) sesuai dengan kalender akademik.

Sementara itu, salah satu alumni UT Solo Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Hukum Sosial dan Politik, M Toha mengakui UT menjadi pilihan tepat bagi siapa saya yang menginginkan kuliah dengan fleksibilitas tinggi. Terlebih, kini pembelajaran sudah didukung dengan teknologi sehingga lebih memudahkan mahasiswanya untuk mengakses mata kuliah yang diambil. “Sebaiknya para birokrasi atau praktisi yang belum mendapat gelar kesarjanaan ikut UT. Kini UT juga sudah lebih maju karena dukungan teknologi,” ujar politisi asal Sukoharjo yang kini menjadi anggota Komisi III di DPR RI.

Semnas3

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Terbuka (UT) yang ke 35, UT menggelar kegiatan Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga dan Seni (Disporseni). Kegiatan ini dilaksanakan di UT Pusat dan diikuti oleh seluruh UT daerah di Indonesia. Disporseni berlangsung selama 9 hari mulai tanggal 28/08/2019 hingga 5/09/2019.

diporseni 1

Dalam kesempatan ini, delegasi UT Surakarta berhasil meraih medali emas untuk cabang olahraga bulu tangkis dan Tenis Meja Ganda Campuran. Medali emas Juara 1 tunggal putra diraih oleh Oktavian Rio Hernandes, Medali Perunggu Juara 3 tenis Meja ganda campuran diraih oleh Sigit Surya Wibowo berpasangan dengan Dwi Handayani Retno Wulan.

disporseni 2

Prestasi ini sangat membanggakan UT Surakarta mengingat acara Disporseni UT ini berskala Nasional dan tingkat persaingan yang sangat ketat. Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati sangat mengapresiasi prestasi mahasiswa UT dalam kegiatan Disporseni ini. “Tahun ini merupakan suatu kebanggan sendiri karena mahasiswa peserta disporseni mampu mencapai apa yang menjadi tekad mereka, yaitu membawa pulang medali,” Jelasnya (3/09/2019)

Yulia menambahkan, “Sebagai ‘ibu’ mereka saya akan terus mendukung dan berdoa untuk capaian-capaian berikutnya. Mereka memiliki tekad dan semangat untuk bisa menjadi juara umum, dan saya yakin mereka bisa,” Tutup Yulia.

Monday, 26 August 2019 00:00

Gerakan Jamban Sehat Keluarga

Written by

Melalui skema kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas), Universitas terbuka (UT) Surakarta menyalurkan bantuan pembangunan jamban sehat keluarga. Bantuan ini diberikan kepada lima keluarga di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

JS 1

Tujuan utama pembangunan Jamban sehat keluarga ini adalah mengentaskan masyarakat dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh tiga staff akademik UT Surakarta yakni, Muhammad Dawam, Betti Cahyaning Astuti, dan Ratih Pramitasari. Direktur UT Surakarta Yulia Budiwati, mengatakan bahwa melalui kegiatan abdimas perguruan tinggi dapat menyentuh problematika dasar masyarakat. Dengan artian, perguruan tinggi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gerakan jamban sehat keluarga didukung penuh oleh segenap masyarakat Ngrombo dan aparatur pemerintah setempat. Hadir dalam peresmian jamban sehat keluarga plt kepala Desa Ngrombo, Djarot, yang sangat mengapresiasi bantuan jamban sehat yang telah diberikan UT Surakarta, ia berharap pengabdian masyarakat UT di Desa Ngrombo bisa berlanjut. “Kami berharap pengabdian masyarakat yang dilakukan bisa berlanjut, untuk pembenahan pengelolaan kandang ternak agar bisa lebih baik, sehingga kotorannya bisa dimanfaatkan sebagai kompos,” Terang Djarot dalam Sambutannya.

JS 2

Camat tangen, Purwo Santoso juga mengucapkan terimakasih kepada UT Surakarta atas bantuan jamban sehat yang diberikan. Ia berharap, bermula dari gerakan jamban sehat keluarga yang dilakukan oleh UT, bisa menginspirasi banyak elemen masyarakat yang berada di Tangen, untuk turut serta membangun jamban secara swadaya sehingga Tangen bisa betul-betul bebas BABS 100 persen.

JS 3

Saturday, 17 August 2019 00:00

UPACARA BENDERA HUT REPUBLIK INDONESIA

Written by

Universitas Terbuka (UT) Surakarta menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia yang ke 74 pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019 di halaman Kantor UT Surakarta, Jalan Raya Solo - Tawangmangu Km 9,5 Sapen, Mojolaban, Sukoharjo. Upacara diikuti oleh seluruh staf UT Surakarta dan Mahasiswa. Pada tahun 2019 ini mengangkat tema : “SDM Unggul, Indonesia Maju”. Direktur UT Surakarta, Dra. Yulia Budiwati, M.Si., dalam pidatonya, membacakan sambutan dari Menteri Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yakni melaui tema “SDM Unggul, Indonesia Maju” yang mengandung makna bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan. Peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh dengan perbaikan pendidikan untuk menjalaknkan kemajuan teknologi seiring kemajuan industri 4.0. Dalam menciptakan SDM yang unggul Perguruan Tinggi harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan kompetitif di masa depan.

                  Kepala bagian Tata usaha Universitas Terbuka (UT)  Surakarta, Andreas Sang Aji Purbokusumo, SE, M.Si mengembangkan aplikasi yang memiliki konsep tentang Sistem Informasi Pengidentifikasian Aset dan Daftar Usulan Penghapusan Aset (SIPADUPA).  Program pengembangan aplikasi ini merupakan output dari pelaksanaan diklat pimpinan tingkat  IV.

LaunchingAPP1

                SIPADUPA adalah sistem aplikasi terobosan baru yang dapat digunakan untuk mengelola, mengindetifikasi dan menghapus aset secara simultan dalam bentuk digital dan berbasis Web. Dengan konsep digitalisasi aset yang akan dilakukan, maka akses pengelolaan aset akan jauh lebih mudah meskipun penanggung jawab sarana dan prasarana berganti  setiap periodenya.

                Pengembangan aplikasi ini akan sangat berguna untuk melakukan monitoring aset yang berada di UT. Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, yang juga merupakan mentor pengembangan aplikasi  SIPADUPA menyambut positif hadirnya aplikasi  SIPADUPA  di UT Surakarta. Dalam launching aplikasi yang dilaksanakan pada Senin 05/08/2019, Yulia mengatakan “Aset yang berada di UT ini sangat besar, dengan adanya aplikasi tentu memudahkan untuk melakukan kontrol dan monitoring atas aset yang dimiliki, “ . Yulia berharap aplikasi ini bisa digunakan tidak hanya di lingkungan UT Surakarta, namun kedepan juga UT di seluruh Indonesia.

                Terpisah, Manajer umum UT Surakarta, Aji menjelaskan ide awal atas perancangan aplikasi ini ia mengaku kesulitan untuk melakukan kontrol atau monitoring terhadap aset yang dimiliki. “Jika dilakukan pengelolaan aset secara manual, terkadang ditemukan selisih jumlah aset yang teridentifikasi dengan aset yang ada secar real di lapangan. Hal ini terjadi karena pengelolaan aset belum terintegrasi,” jelas Aji. Lebih lanjut, sistem pengelolaan aset yang terintegrasi menjadikan seluruh aset yang ada di UT Surakarta dapat teridentifikasi dengan maksimal.

LaunchingAPP2

                Proyek awal penggunaan SIPADUPA akan dimulai dari UT Surakarta, “selanjutnya kita akan melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis penggunaan SIPADUPA di UT Semarang, “ kata Aji. Ia melanjutkan dalam presentasi pengenalan aplikasi SIPADUPA, program ini mendapat dukungan positif dari Kementrian Rieset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).  Inspektorat Itjen Ristekdikti, Yohanes Indrayono, selaku stakeholder eksternal dalam pengembangan aplikasi, mendukung penggunaan SIPADUPA di UT dengan tambahan beberapa penyempurnaan di dalam aplikasi SIPADUPA.

Kepala bagian Tata usaha Universitas Terbuka (UT)  Surakarta, Andreas Sang Aji Purbokusumo, SE, M.Si mengembangkan aplikasi yang memiliki konsep tentang Sistem Informasi Pengidentifikasian Aset dan Daftar Usulan Penghapusan Aset (SIPADUPA).  Program pengembangan aplikasi ini merupakan output dari pelaksanaan diklat pimpinan tingkat  IV.

                SIPADUPA adalah sistem aplikasi terobosan baru yang dapat digunakan untuk mengelola, mengindetifikasi dan menghapus aset secara simultan dalam bentuk digital dan berbasis Web. Dengan konsep digitalisasi aset yang akan dilakukan, maka akses pengelolaan aset akan jauh lebih mudah meskipun penanggung jawab sarana dan prasarana berganti setiap periodenya.

                Pengembangan aplikasi ini akan sangat berguna untuk melakukan monitoring aset yang berada di UT. Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, yang juga merupakan mentor pengembangan aplikasi  SIPADUPA menyambut positif hadirnya aplikasi  SIPADUPA di UT Surakarta. Dalam launching aplikasi yang dilaksanakan pada Senin 05/08/2019, Yulia mengatakan “Aset yang berada di UT ini sangat besar, dengan adanya aplikasi tentu memudahkan untuk melakukan kontrol dan monitoring atas aset yang dimiliki, “ . Yulia berharap aplikasi ini bisa digunakan tidak hanya di lingkungan UT Surakarta, namun kedepan juga UT di seluruh Indonesia.

                Terpisah, Manajer umum UT Surakarta, Aji menjelaskan ide awal atas perancangan aplikasi ini ia mengaku kesulitan untuk melakukan kontrol atau monitoring terhadap aset yang dimiliki. “Jika dilakukan pengelolaan aset secara manual, terkadang ditemukan selisih jumlah aset yang teridentifikasi dengan aset yang ada secar real di lapangan. Hal ini terjadi karena pengelolaan aset belum terintegrasi,” jelas Aji. Lebih lanjut, sistem pengelolaan aset yang terintegrasi menjadikan seluruh aset yang ada di UT Surakarta dapat teridentifikasi dengan maksimal.

                Proyek awal penggunaan SIPADUPA akan dimulai dari UT Surakarta, “selanjutnya kita akan melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis penggunaan SIPADUPA di UT Semarang, “ kata Aji. Ia melanjutkan dalam presentasi pengenalan aplikasi SIPADUPA, program ini mendapat dukungan positif dari Kementrian Rieset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).  Inspektorat Itjen Ristekdikti, Yohanes Indrayono, selaku stakeholder eksternal dalam pengembangan aplikasi, mendukung penggunaan SIPADUPA di UT dengan tambahan beberapa penyempurnaan di dalam aplikasi SIPADUPA.

Thursday, 01 August 2019 00:00

Mahasiswa UT Surakarta Antusias Ikuti Pemilihan Duta UT

Written by

Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar event tahunan yakni pemilihan duta UT. Peserta duta UT dipilih dari mahasiswa UT dari seluruh kantor daerah. Nantinya, akan dipilih 9 finalis duta UT untuk mengikuti seleksi nasional di UT Pusat.

Duta2

 

            Seleksi duta UT di Surakarta dilakukan pada hari Kamis,01/08/2019. Para mahasiswa UT Surakarta nampak sangat antusias dalam mengikuti seleksi duta UT. Masing-masing peserta menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki, mulai seni tari, lagu, puisi hingga sulam pita. Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, dalam sambutannya menyampaikan tugas utama para duta UT terpilih nantinya adalah terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi dan promosi UT. “Sehingga teman-teman sekalian harus bisa mengkomunikasikan UT secara positif kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Duta3

       Yulia menambahkan, dirinya sangat bangga terhadap mahasiswa UT Surakarta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pemilihan duta UT. “Dari sini kita harapkan bakat dan kreatifitas teman-teman mahasiswa bisa berkembang, sehingga nanti bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan UT Surakarta ,”. Dari hasil seleksi duta ini, juara pertama diraih oleh Oza Ovareta, Juara 2 diraih Amos Tri Hutomo, Juara 3 : Albitsna Faridatul Muzayanah.

Duta5

Duta4

Page 1 of 3