wrapper

Breaking News

Has no content to show!
Berita

Berita

UT Surakarta akan melaksanakan kegiatan penjalinan dan pemantapan kerja sama di Ballroom Sunan Hotel pada hari Senin, 18 Oktober 2019. Adapun kegiatan akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 Pagi Hingga 13.00 siang. Dalam kegiatan tersebut, selain pemantapan tentang Kerja sama kepada para undangan juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan para mitra.

UT merupakan Perguruan tinggi negeri yang telah berdiri selama 35 tahun. Konsep UT sebagai kampus jarak jauh memiliki keunikan yang berbeda dengan kampus negeri yang lain. Salah satu keunikan UT adalah daya jangkau yang luas dalam melayani mahasiswa. Dan memberikan akses pendidikan kepada mahasiswa sampai daerah pelosok. Oleh karena itu, UT harus menjalin kerja sama dengan para stakeholder untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar mahasiswa di daerah masing-masing.

PKS1

Jalinan kerjasama dengan berbagai mitra yang tertuang dalam acara ini terdiri dari penandatangan nota kesepahaman dengan 6 Dinas Pendidikan dan kebudayaan dalam bidang Pengajaran mahasiswa, pengabdian masyarakat atapun penelitian dan peningkatan sumber daya manusia.

1 Perjanjian Kerja Sama dengan Fakultas Hukum UNS dalam bidang Praktik praktikum. 1 nota kesepahaman dengan Kemenang dalam bidang : peningkatan kualifikasi pendidikan masyarakat, bekerjasama dengan Ikatan Guru Roudhatul Atfal (IGRA) Sukoharjo. Nota kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Stikes Nasional dalam bidang Program Mata Kuliah Mandiri (PMKM), Nota Kesepahaman dengan Unwidha Klaten dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi, dan Nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam bidang Peningkatan kualitas SDM, Tenaga ahli, Kegiatan ilmiah, Kuliah kerja nyata dan Praktik kerja lapangan.

PKS2

Secara umum nota kesepahaman yang ditanda tangani berisikan kerja sama dalam bidang Tri dharma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Khusus untuk STIKES Nasional, penjalinan kerja sama yang dilakukan adalah Program Mata Kuliah Mandiri (PMKM). PMKM merupakan program kerja sama yang mana UT sebagai pelopor e-learning di Indonesia mewadahi STIKES Nasional untuk melaksanakan sistem pembelajaran blended learning yakni perpaduan kegiatan belajar melalui tatap muka dan secara online. Dalam kerja sama PMKM tersebut UT mewadahi pembelajaran dalam bentuk online (e-learning) yang selama ini memang menjadi ciri khas UT.

PKS3

Mahasiswa UT Surakarta kembali menoreh prestasi di kancah nasional, kali ini dari bidang seni paduan suara mahasiswa (PSM) yang di gawangi oleh Maulana, mahasiswa akutansi UT Surakarta. Paduan Suara UT Surakarta berhasil masuk 10 besar sebagai finalis PSM yang akan bertarung memperoleh juara 1, 2, dan 3 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) pada tanggal 29-30 November mendatang.

Sepuluh besar finalis yang akan bertanding dalam final nanti akan di ikuti oleh paduan suara perwakilan dari Universitas Pamulang, Universitas Langlangbuana, Universitas Islam Negeri Sultan maulana Hasanudin Banten, Stikes Wira Husada Yogyakarta, UPBJJ UT Jakarta, UPBJJ UT Surakarta, UPBJJ UT Yogyakarta, UPBJJ UT Palembang. UPBJJ UT Bengkulu, terakhir UPBJJ UT Semarang.

Paduan Suara

Dalam babak final nanti, PSM Mahasiswa UT Surakarta akan membawakan Lagu wajib Hymne UT dan lagu daerah Jaranan yang telah diaransemen ulang. Ketua PSM UT Surakarta, Maulana mengaku sangat bersyukur timnya bisa masuk dalam 10 besar finalis yang akan bertanding di UT Pusat. “Dari awal kami latihan kami tetapkan tujuan, kita harus solid dan semangat agar bisa tampil di UTCC,” Katanya (6/7)

Maulana melanjutkan, Harapannya tim PSM UT Surakarta bisa meraih juara saat penyisihan final nanti. “Kami akan giat latihan dan terus semangat agar bisa menampilkan yang terbaik dan membawa pulang hasil yang baik bagi UT Surakarta,” tutur mahasiswa penerima beasiswa Corporate Social Responsibility (CSR) ini.

Lebih lanjut, direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, mengapresiasi atas diraihnya prestasi ini. Ia bertekad untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa UT selalu di genjot dan di optimalkan sebaik mungkin untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi. “Semua orang bisa berprestasi dan memiliki potensi, tinggal tekad dan kerja sama dari mahasiswa itu sendiri untuk maju bersama dan memaksimalkan potensi yang ada,” Jelasnya (6/7) mengakhiri wawancara.

Untuk menjamin kualitas pembelajaran, UT Surakarta melakukan monitoring perkuliahan tatap muka di sembilan kabupaten dan kota wilayah UT Surakarta. Monitoring ini dilakukan secara berkala pada setiap pertemuan. Tujuan dari monitoring ini adalah untuk memastikan bahwa layanan bantuan belajar yang diberikan kepada mahasiswa berjalan dengan baik sesuai standar yang telah di tetapkan.

Dalam rapat pelaksanaan monitoring (8/10) Manajer BBLBA UT Surakarta, Betty Cahyaning Astuti, menyampaikan pelaksanaan monitoring merupakan upaya yang berkelanjutan agar mahasiswa mendapatkan pelayanan yang maksimal selama berkuliah di UT. Betty melanjutkan bahwa dalam monitoring juga dilaksanakan evaluasi secara bertahap, “sehingga jika ada kendala di lapangan ketika perkuliahan tatap muka berlangsung dapat ditangani dengan cepat,” jelasnya.

Monitoring2

Terpisah, Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati menyampaikan, meskipun dirinya tidak terjadwal sebagai petugas monitoring, namun tetap melakukan monitoring ke beberapa daerah. “Biasanya saya memilih lokasi tutorial yang membutuhkan perhatian khusus, misal yang ada mahasiswa beasiswa, yang semester lalu kurang maksimal atau persoalan lainnya,” terang Yulia (8/10).

Dalam monitoring tersebut, ia menyampaikan meskipun masih ada beberapa kendala secara teknis di lapangan, namun secara umum pelaksanaan perkuliahan tatap muka sudah terlaksana dengan baik. Sarana prasarana sudah sesuai standar fasilitas yang ditentukan UT, dan para tutor juga memiliki antusiasme yang bagus. Yulia menambahkan, “Agar UT tetap bisa melakukan kontrol terhadap mutu perkuliahan, monitoring akan dilaksanakan setiap minggu hingga pertemuan terakhir sekitar tanggal 17 november 2019,” tuturnya mengakhiri perbincangan.

Era milenial yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat memberikan perubahan yang berujung kepada kemudahan-kemudahan untuk melakukan banyak hal. Universitas Terbuka (UT) Surakarta, sebagai lembaga pendidikan tinggi juga telah didesain untuk memanfaatkan teknologi tersebut agar lebih memudahkan mahasiswanya. 

Dengan teknologi itu, universitas dimudahkan dalam melakukan interaksi dengan mahasiswa. Sebagai gambaran,  dulu UT masih menggunakan cara surat menyurat dalam berinteraksi, tetapi sekarang sudah ada learning management system. UT juga kian mendekatkan diri melalui media sosial (medsos), media yang kini hampir dimiliki semua orang.

Semnas2

Guru besar UT, Prof. Tian Belawati mengatakan, dari segi substansi, bahan ajar juga sudah dikembangkan yang lebih interaktif. Dulu, modul berupa cetakan yang dikirim melalui pos. Sedangkan sekarang sudah berubah menjadi digital. Selain itu, modul yang awalnya berformat PDF, sekarang dikembangkan dalam bentuk digital interaktif, sehingga mahasiswa bisa membuat bikin coretan dan catatan di dalamnya. Bahkan dengan teknologi digital, ada software yang menyediakan kanal pencarian jika mahasiswa merasa kurang jelas terhadap yang sedang mereka baca, Dalam rangka pengembangan teknologi ini, UT berupaya terus mengikuti,” Kamis (26/9).

Sementara itu, UT juga dirancang sebagai sistem pembelajaran yang fleksibel. Artinya, masyarakat yang berkuliah di kampus ini masih bisa tetap melakukan aktivitas mereka tanpa terganggu dengan jam kuliah. 

Dari segi biaya, kuliah di UT juga ekonomis karena mahasiswa tidak perlu me-realokasi diri. Artinya tidak perlu mengeluarkan ongkos transport, tidak perlu bayar kos, dan sebagainya. 

Selain itu, waktunya juga sangat efisien karena dengan teknologi, mahasiswa bisa melatih diri memanfaatkannya. Secara personal, ini akan membawa keuntungan lain. 

Sementara itu, Direktur UT Surakarta, Dra. Yulia Budiwati, M.Si mengatakan, lulusan UT sudah dibekali dengan beragam kompetensi. Yang pertama adalah bidang ilmu, dimana para lulusan mendapatkan kompetensi sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing. Kedua, kompetensi penggunaan teknologi, karena hampir seluruh pembelajaran di UT menggunakan teknologi. “Yang ketiga adalah kompetensi kemandirian. Artinya mahasiswa sudah terdidik belajar mandiri, inisiatif untuk kuliah juga datang dari diri sendiri sehingga mereka juga memiliki cara untuk menyelesaikannya,” kata Yulia.

Model atau gaya belajar di UT Surakarta tidak ada resep baku, karena heterogenitas latar belakang mahasiswa sangat tinggi. 

“Dengan kompetensi-kompetansi tersebut, bisa dibilang mahasiswa kampus biasa hanya mendapatkan apel, maka mahasiswa UT Surakarta mendapatkan apel dan jeruk. Artinya, pembelajaran yang lazim didapat mahasiswa lain adalah tatap muka, kami punya tatap muka dan media. Penggunaan media ini memang seiring dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.  

Sementara itu, UT Surakarta yang beralamat di Jalan Raya Solo-Tawangmangu, Dusun Kebakan, Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah ini sekarang memiliki 42 program studi (Prodi), pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, ilmu Sosial dan ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP).

DI UT, Lama studi tidak dibatasi, berapa lama mahasiswa ingin menyelesaikan studinya, diserahkan kepada mahasiswa sesuai kebutuhannya. Namun, untuk S1 di desain selama 8 semester. Pendaftaran UT bisa dilakukan sepanjang tahun, namun tetap terbagi dalam dua semester (ganjil dan genap) sesuai dengan kalender akademik.

Sementara itu, salah satu alumni UT Solo Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Hukum Sosial dan Politik, M Toha mengakui UT menjadi pilihan tepat bagi siapa saya yang menginginkan kuliah dengan fleksibilitas tinggi. Terlebih, kini pembelajaran sudah didukung dengan teknologi sehingga lebih memudahkan mahasiswanya untuk mengakses mata kuliah yang diambil. “Sebaiknya para birokrasi atau praktisi yang belum mendapat gelar kesarjanaan ikut UT. Kini UT juga sudah lebih maju karena dukungan teknologi,” ujar politisi asal Sukoharjo yang kini menjadi anggota Komisi III di DPR RI.

Semnas3

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Terbuka (UT) yang ke 35, UT menggelar kegiatan Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga dan Seni (Disporseni). Kegiatan ini dilaksanakan di UT Pusat dan diikuti oleh seluruh UT daerah di Indonesia. Disporseni berlangsung selama 9 hari mulai tanggal 28/08/2019 hingga 5/09/2019.

diporseni 1

Dalam kesempatan ini, delegasi UT Surakarta berhasil meraih medali emas untuk cabang olahraga bulu tangkis dan Tenis Meja Ganda Campuran. Medali emas Juara 1 tunggal putra diraih oleh Oktavian Rio Hernandes, Medali Perunggu Juara 3 tenis Meja ganda campuran diraih oleh Sigit Surya Wibowo berpasangan dengan Dwi Handayani Retno Wulan.

disporseni 2

Prestasi ini sangat membanggakan UT Surakarta mengingat acara Disporseni UT ini berskala Nasional dan tingkat persaingan yang sangat ketat. Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati sangat mengapresiasi prestasi mahasiswa UT dalam kegiatan Disporseni ini. “Tahun ini merupakan suatu kebanggan sendiri karena mahasiswa peserta disporseni mampu mencapai apa yang menjadi tekad mereka, yaitu membawa pulang medali,” Jelasnya (3/09/2019)

Yulia menambahkan, “Sebagai ‘ibu’ mereka saya akan terus mendukung dan berdoa untuk capaian-capaian berikutnya. Mereka memiliki tekad dan semangat untuk bisa menjadi juara umum, dan saya yakin mereka bisa,” Tutup Yulia.

Monday, 26 August 2019 00:00

Gerakan Jamban Sehat Keluarga

Written by

Melalui skema kegiatan pengabdian masyarakat (Abdimas), Universitas terbuka (UT) Surakarta menyalurkan bantuan pembangunan jamban sehat keluarga. Bantuan ini diberikan kepada lima keluarga di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

JS 1

Tujuan utama pembangunan Jamban sehat keluarga ini adalah mengentaskan masyarakat dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh tiga staff akademik UT Surakarta yakni, Muhammad Dawam, Betti Cahyaning Astuti, dan Ratih Pramitasari. Direktur UT Surakarta Yulia Budiwati, mengatakan bahwa melalui kegiatan abdimas perguruan tinggi dapat menyentuh problematika dasar masyarakat. Dengan artian, perguruan tinggi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gerakan jamban sehat keluarga didukung penuh oleh segenap masyarakat Ngrombo dan aparatur pemerintah setempat. Hadir dalam peresmian jamban sehat keluarga plt kepala Desa Ngrombo, Djarot, yang sangat mengapresiasi bantuan jamban sehat yang telah diberikan UT Surakarta, ia berharap pengabdian masyarakat UT di Desa Ngrombo bisa berlanjut. “Kami berharap pengabdian masyarakat yang dilakukan bisa berlanjut, untuk pembenahan pengelolaan kandang ternak agar bisa lebih baik, sehingga kotorannya bisa dimanfaatkan sebagai kompos,” Terang Djarot dalam Sambutannya.

JS 2

Camat tangen, Purwo Santoso juga mengucapkan terimakasih kepada UT Surakarta atas bantuan jamban sehat yang diberikan. Ia berharap, bermula dari gerakan jamban sehat keluarga yang dilakukan oleh UT, bisa menginspirasi banyak elemen masyarakat yang berada di Tangen, untuk turut serta membangun jamban secara swadaya sehingga Tangen bisa betul-betul bebas BABS 100 persen.

JS 3

Saturday, 17 August 2019 00:00

UPACARA BENDERA HUT REPUBLIK INDONESIA

Written by

Universitas Terbuka (UT) Surakarta menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia yang ke 74 pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019 di halaman Kantor UT Surakarta, Jalan Raya Solo - Tawangmangu Km 9,5 Sapen, Mojolaban, Sukoharjo. Upacara diikuti oleh seluruh staf UT Surakarta dan Mahasiswa. Pada tahun 2019 ini mengangkat tema : “SDM Unggul, Indonesia Maju”. Direktur UT Surakarta, Dra. Yulia Budiwati, M.Si., dalam pidatonya, membacakan sambutan dari Menteri Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yakni melaui tema “SDM Unggul, Indonesia Maju” yang mengandung makna bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) akan menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan. Peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh dengan perbaikan pendidikan untuk menjalaknkan kemajuan teknologi seiring kemajuan industri 4.0. Dalam menciptakan SDM yang unggul Perguruan Tinggi harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan kompetitif di masa depan.

                  Kepala bagian Tata usaha Universitas Terbuka (UT)  Surakarta, Andreas Sang Aji Purbokusumo, SE, M.Si mengembangkan aplikasi yang memiliki konsep tentang Sistem Informasi Pengidentifikasian Aset dan Daftar Usulan Penghapusan Aset (SIPADUPA).  Program pengembangan aplikasi ini merupakan output dari pelaksanaan diklat pimpinan tingkat  IV.

LaunchingAPP1

                SIPADUPA adalah sistem aplikasi terobosan baru yang dapat digunakan untuk mengelola, mengindetifikasi dan menghapus aset secara simultan dalam bentuk digital dan berbasis Web. Dengan konsep digitalisasi aset yang akan dilakukan, maka akses pengelolaan aset akan jauh lebih mudah meskipun penanggung jawab sarana dan prasarana berganti  setiap periodenya.

                Pengembangan aplikasi ini akan sangat berguna untuk melakukan monitoring aset yang berada di UT. Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, yang juga merupakan mentor pengembangan aplikasi  SIPADUPA menyambut positif hadirnya aplikasi  SIPADUPA  di UT Surakarta. Dalam launching aplikasi yang dilaksanakan pada Senin 05/08/2019, Yulia mengatakan “Aset yang berada di UT ini sangat besar, dengan adanya aplikasi tentu memudahkan untuk melakukan kontrol dan monitoring atas aset yang dimiliki, “ . Yulia berharap aplikasi ini bisa digunakan tidak hanya di lingkungan UT Surakarta, namun kedepan juga UT di seluruh Indonesia.

                Terpisah, Manajer umum UT Surakarta, Aji menjelaskan ide awal atas perancangan aplikasi ini ia mengaku kesulitan untuk melakukan kontrol atau monitoring terhadap aset yang dimiliki. “Jika dilakukan pengelolaan aset secara manual, terkadang ditemukan selisih jumlah aset yang teridentifikasi dengan aset yang ada secar real di lapangan. Hal ini terjadi karena pengelolaan aset belum terintegrasi,” jelas Aji. Lebih lanjut, sistem pengelolaan aset yang terintegrasi menjadikan seluruh aset yang ada di UT Surakarta dapat teridentifikasi dengan maksimal.

LaunchingAPP2

                Proyek awal penggunaan SIPADUPA akan dimulai dari UT Surakarta, “selanjutnya kita akan melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis penggunaan SIPADUPA di UT Semarang, “ kata Aji. Ia melanjutkan dalam presentasi pengenalan aplikasi SIPADUPA, program ini mendapat dukungan positif dari Kementrian Rieset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).  Inspektorat Itjen Ristekdikti, Yohanes Indrayono, selaku stakeholder eksternal dalam pengembangan aplikasi, mendukung penggunaan SIPADUPA di UT dengan tambahan beberapa penyempurnaan di dalam aplikasi SIPADUPA.

Kepala bagian Tata usaha Universitas Terbuka (UT)  Surakarta, Andreas Sang Aji Purbokusumo, SE, M.Si mengembangkan aplikasi yang memiliki konsep tentang Sistem Informasi Pengidentifikasian Aset dan Daftar Usulan Penghapusan Aset (SIPADUPA).  Program pengembangan aplikasi ini merupakan output dari pelaksanaan diklat pimpinan tingkat  IV.

                SIPADUPA adalah sistem aplikasi terobosan baru yang dapat digunakan untuk mengelola, mengindetifikasi dan menghapus aset secara simultan dalam bentuk digital dan berbasis Web. Dengan konsep digitalisasi aset yang akan dilakukan, maka akses pengelolaan aset akan jauh lebih mudah meskipun penanggung jawab sarana dan prasarana berganti setiap periodenya.

                Pengembangan aplikasi ini akan sangat berguna untuk melakukan monitoring aset yang berada di UT. Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, yang juga merupakan mentor pengembangan aplikasi  SIPADUPA menyambut positif hadirnya aplikasi  SIPADUPA di UT Surakarta. Dalam launching aplikasi yang dilaksanakan pada Senin 05/08/2019, Yulia mengatakan “Aset yang berada di UT ini sangat besar, dengan adanya aplikasi tentu memudahkan untuk melakukan kontrol dan monitoring atas aset yang dimiliki, “ . Yulia berharap aplikasi ini bisa digunakan tidak hanya di lingkungan UT Surakarta, namun kedepan juga UT di seluruh Indonesia.

                Terpisah, Manajer umum UT Surakarta, Aji menjelaskan ide awal atas perancangan aplikasi ini ia mengaku kesulitan untuk melakukan kontrol atau monitoring terhadap aset yang dimiliki. “Jika dilakukan pengelolaan aset secara manual, terkadang ditemukan selisih jumlah aset yang teridentifikasi dengan aset yang ada secar real di lapangan. Hal ini terjadi karena pengelolaan aset belum terintegrasi,” jelas Aji. Lebih lanjut, sistem pengelolaan aset yang terintegrasi menjadikan seluruh aset yang ada di UT Surakarta dapat teridentifikasi dengan maksimal.

                Proyek awal penggunaan SIPADUPA akan dimulai dari UT Surakarta, “selanjutnya kita akan melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis penggunaan SIPADUPA di UT Semarang, “ kata Aji. Ia melanjutkan dalam presentasi pengenalan aplikasi SIPADUPA, program ini mendapat dukungan positif dari Kementrian Rieset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti).  Inspektorat Itjen Ristekdikti, Yohanes Indrayono, selaku stakeholder eksternal dalam pengembangan aplikasi, mendukung penggunaan SIPADUPA di UT dengan tambahan beberapa penyempurnaan di dalam aplikasi SIPADUPA.

Thursday, 01 August 2019 00:00

Mahasiswa UT Surakarta Antusias Ikuti Pemilihan Duta UT

Written by

Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar event tahunan yakni pemilihan duta UT. Peserta duta UT dipilih dari mahasiswa UT dari seluruh kantor daerah. Nantinya, akan dipilih 9 finalis duta UT untuk mengikuti seleksi nasional di UT Pusat.

Duta2

 

            Seleksi duta UT di Surakarta dilakukan pada hari Kamis,01/08/2019. Para mahasiswa UT Surakarta nampak sangat antusias dalam mengikuti seleksi duta UT. Masing-masing peserta menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki, mulai seni tari, lagu, puisi hingga sulam pita. Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, dalam sambutannya menyampaikan tugas utama para duta UT terpilih nantinya adalah terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi dan promosi UT. “Sehingga teman-teman sekalian harus bisa mengkomunikasikan UT secara positif kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Duta3

       Yulia menambahkan, dirinya sangat bangga terhadap mahasiswa UT Surakarta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pemilihan duta UT. “Dari sini kita harapkan bakat dan kreatifitas teman-teman mahasiswa bisa berkembang, sehingga nanti bisa turut berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan UT Surakarta ,”. Dari hasil seleksi duta ini, juara pertama diraih oleh Oza Ovareta, Juara 2 diraih Amos Tri Hutomo, Juara 3 : Albitsna Faridatul Muzayanah.

Duta5

Duta4

         Senin, 30/07/2019 Tim Dosen UT Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Talun, Matesih Karanganyar. Kegiatan yang dilakukan adalah pengolahan bambu menjadi produk kerajinan yang mampu bersaing secara ekonomis. Produk pengolahan bambu yang dihasilkan diantaranya adalah sangkar burung, tampah, dan juga souvenir. Kegiatan ini masih akan dilanjutkan pada hari minggu, 4/08/2019 untuk pendampingan lebih lanjut.

            Salah satu tim abdimas UT Surakarta, Fadloli mennyampaikan bahwa di Matesih, pohon bambu sangat mudah dijumpai. Bambu, biasanya hanya digunakan sebagai bahan bangunan atau tiang sehingga kurang memiliki nilai jual secara ekonomi. Padahal, jika dibuat dalam bentuk kerajinan, seperti sangkar burung, bambu bisa sangat bernilai tinggi. “Satu buah sangkar burung yang dihasilkan oleh perajin yang kami latih bisa memiliki nilai Jual hingga 350 ribu rupiah, jika dikembangkan secara masif pengolahan bambu ini, tentunya bisa mengangkat kondisi perekonomian masyarakat di Matesih,” ungkap Fadloli.

abdi 2

          Ia melanjutkan bahwa kegiatan abdimas ini merupakan kelanjutan dari abdimas sebelumnya. “Kegiatan abdimas sebelumnya yakni berupa pelatihan pembuatan makanan ringan stik ubi ungu dan pengemasannya, karena hasilnya bagus dan masyarakat memperoleh manfaat signifikan dari kegiatan ini, maka kami berfikir untuk melanjutkan kegiatan abdimas untuk memberikan solusi baru bagi warga Matesih dalam hal pemanfaatan bambu sehingga memiliki nilai ekonomis yang baik,” katanya.

            Fadloli berharap, Melalui abdimas yang dilakukan kedepan, Wilayah Matesih bisa menjadi sentra makanan dan sentra kerajinan bambu. “Dengan demikian, warga akan terangkat kondisi ekonominya, sehingga kehidupan masyarakat akan lebih baik,” Pungkasnya.

abd 3

Page 1 of 3