wrapper

Breaking News

Has no content to show!

Memanfaatkan Nilai Jual Bambu menjadi Produk Kerajinan Tangan

         Senin, 30/07/2019 Tim Dosen UT Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Talun, Matesih Karanganyar. Kegiatan yang dilakukan adalah pengolahan bambu menjadi produk kerajinan yang mampu bersaing secara ekonomis. Produk pengolahan bambu yang dihasilkan diantaranya adalah sangkar burung, tampah, dan juga souvenir. Kegiatan ini masih akan dilanjutkan pada hari minggu, 4/08/2019 untuk pendampingan lebih lanjut.

            Salah satu tim abdimas UT Surakarta, Fadloli mennyampaikan bahwa di Matesih, pohon bambu sangat mudah dijumpai. Bambu, biasanya hanya digunakan sebagai bahan bangunan atau tiang sehingga kurang memiliki nilai jual secara ekonomi. Padahal, jika dibuat dalam bentuk kerajinan, seperti sangkar burung, bambu bisa sangat bernilai tinggi. “Satu buah sangkar burung yang dihasilkan oleh perajin yang kami latih bisa memiliki nilai Jual hingga 350 ribu rupiah, jika dikembangkan secara masif pengolahan bambu ini, tentunya bisa mengangkat kondisi perekonomian masyarakat di Matesih,” ungkap Fadloli.

abdi 2

          Ia melanjutkan bahwa kegiatan abdimas ini merupakan kelanjutan dari abdimas sebelumnya. “Kegiatan abdimas sebelumnya yakni berupa pelatihan pembuatan makanan ringan stik ubi ungu dan pengemasannya, karena hasilnya bagus dan masyarakat memperoleh manfaat signifikan dari kegiatan ini, maka kami berfikir untuk melanjutkan kegiatan abdimas untuk memberikan solusi baru bagi warga Matesih dalam hal pemanfaatan bambu sehingga memiliki nilai ekonomis yang baik,” katanya.

            Fadloli berharap, Melalui abdimas yang dilakukan kedepan, Wilayah Matesih bisa menjadi sentra makanan dan sentra kerajinan bambu. “Dengan demikian, warga akan terangkat kondisi ekonominya, sehingga kehidupan masyarakat akan lebih baik,” Pungkasnya.

abd 3